Menu

Mode Gelap
Negara Intip Kamar Tidur Orang? Nikah Beda Agama Menurut Rocky dan Ade di MK Biaya Politik Mahal, UU Pileg dan Pilpres Diuji Seorang Warga di MK Indonezijski Vikend 2022 Digelar Selama 2 Hari Kepada Jokowi Presiden Korsel Sampaikan Kekhawatiranya Ancaman Nuklir Dari Korut Pembangunan Huntap Tahap II Pasca Bencana Sulteng Oleh Kementerian PUPR

Berita Terbaru · 14 Nov 2022 WIB ·

71 Persen Masyarakat Maklum Money Politic, Rifqinizamy: Peran Guru Ciptakan Pemilih Cerdas

71 Persen Masyarakat Maklum Money Politic, Rifqinizamy: Peran Guru Ciptakan Pemilih Cerdas Perbesar

SAMPULNUSANTARA.COM – KPU RI dan DPR RI Komisi 2 menggelar Sosoalisasi Pendidikan Pemilih Pemilu Serentak 2024 bersama PGRI Kabupaten Banjar, Senin (14/11/2022).

Pada kesempatannya Muhammad Rifqinizamy Karsayuda Anggota Komisi 2 DPR RI menyampaikan, ada dua isu yang berbahaya yang akan merusak tatanan demokrasi pemilu 2024 mendatang diantaranya isu kesejahteraan dan isu politik identitas dan sara.

Isu kesejahteraan adalah isu paling mudah dan murah untuk merealisasikan diri, yang mana akan banyak janji lontarkan kepada publik sehingga mendapat empati, namun sering terjadi janji-janji saa terpilih tidak ditepati.

Isu politik identitas dan sara, apabila ini dimainkan di pemilu 2024, diharapkan peran guru menjadi pencerah bagi masyarakat untuk menjaga demokrasi dan mencetak masyarakat yang cerdas dan menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Kita berharap para guru bisa memberikan pengetahuan bagaimana menjadi pemilih yang cerdas sehingga melahirkan pemimpin yang lebih baik, terkhusus untuk Kalsel,” harapnya.

Muslimin Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, menurutnya dari hasil riset indonesia mengalami penurunan toleransi, yang mana salah satunya disebabkan isu kesejahteraan dan politik identitas yang di giring saat pelaksaan pemilu.

Selain itu soal money politik juga, dari hasil surve mencapai 71 persen masyarakat memaklumi money politik.

“Namun bagaimana pun kita berharap dengan berkembangnya ilmubteknologi masyarakat bisa lebih mudah mengenal dan menilai para calon pemimpinnya dan semoga bisa mengurangi tindakan tindakan yang merusak tatanan demokrasi,” terangnya.

Ia juga mengingatkan, semua bentuk kebijakan akan ditentukan lewat pemilu, yang mana barang tentu masyarakat harus benar benar cerdas memilih calon pemimpinnya untuk lima tahun kedepan dengan kebijakan kebijakan yang lebih baik.

“Proses pastisipasi politik menjadi langkah untuk memfilter dan menangkal tindakan tindakan yang mencoreng demokrasi, salah satunya seperti kegiatan yang saat ini kita laksanakan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pimpinan Sidang Saidan Pahmi: Rifqinizamy Karsayuda Terpilih Sebagai Presidium MN KAHMI

27 November 2022 - 19:55 WIB

Ini Honor PPK dan PPS Pemilu 2024, Rifqinizamy: Kami Perjuangkan Tiga Kali Lipat!

14 November 2022 - 20:27 WIB

Rifqinizamy Bersama Barisan Pemadam Kebakaran, Jadi Pemilih Cerdas 2024

14 November 2022 - 13:38 WIB

Proyek Labkesda Dinkes Banjar Dituding Kongkalikong, Kontraktor Akan Ajukan Somasi

28 Oktober 2022 - 23:16 WIB

Jembatan Barito II, BPJN Kalsel Lakukan Studi Kelayakan

26 Oktober 2022 - 17:40 WIB

Dengar Keluhan Warga, Rifqinizamy Janji Perjuangkan Perbaikan Jalan KM 171 Satui

23 Oktober 2022 - 21:10 WIB

Trending di Berita Terbaru